Friday, August 1, 2014

Kampung Halaman


Sebuah desa kecil diperbatasan Gunung Kidul dan Wonogiri, iya disini, disini lah Kampung Halamanku. Rumah Nenek, sederhana, namun menyimpan banyak cerita. Suka duka senang sedih semua menjadi satu disini. Kenapa aku menyebutnya Rumah Nenek? karena sejak lahir aku nggak pernah bertemu dengan sosok seorang Kakek. Kakek meninggal waktu Ibuku masih berumur 1 tahun. Namun aku bisa melukiskan wajah Kakek diingatanku dengan adanya patung ini.


Patung Kakek yang dibangun tahun 2002. Kakekku dulu adalah seorang penjahit yang cukup dikenal dilingkungannya. Iya penjahit, makanya patung beliau juga berwujud beliau sedang menjahit. Mungkin bisa dibilang keahlian Kakek menurun kepada cucunya, aku. Ya walaupun aku belum mahir seperti Kakek. Tapi kebanyakan saudara-saudaraku bilang akulah penerus Kakek. Amiin... Semoga :) Dan patung ini sekarang menjadi salahsatu penyemangatku.

"Kek, semoga Kakek disana bisa bangga sama aku. Love You, Kek."

0 comments:

Post a Comment